Senandung Haru nan Rindu
Memori Darussalam Bersholawat, 04 Februari 2023
Gema sholawat bersenandung merdu
Tepuk rebana bersahut ria
Bersatu dengan variasi pukulan calti
Dan berkolaborasi dengan bass yang melengkapi
Aku berdiri diantara kerumunan para santri
Meneguhkan hati, meluluhkan diri
Dan akulah sosok lemah yang tiada upaya nan tiada apa-apanya
Hey, aku punya cerita untukmu…
Di mahalul qiyam kala itu,
Dengan serentak seluruhnya berdiri
Santriwan-santriwati dan juga kiyai bunyai
Menghayati lantunan indah lafadz mutiara baginda nabi
Dan menyambut kehadiran beliau sang kekasih Rabbi
Detik itu, Aku terhenyak dalam irama harunya
Teringat dirimu secara tiba-tiba
Kau, sosok yang juga pecinta sholawat
Yang meminta bimbinganku untuk selalu mencintai baginda nabi
Tidakkah kau salah memintanya padaku?
Harusnya aku yang memintanya padamu sayang
Mengingat itu, air mataku tertahan
Rindu, haru dan bahagia berkelebat dalam benak
Dimanakah kau malam itu?
Adakah kamu diantara ribuan santri yang hadir disana?
Jika iya, dimana tepatnya?
Kala itu, aku melihat jelas letih penat dan peluh santri putra penabuh rebana
Dan entah mengapa, aku membayangkan sesuatu
Aku membayangkan seolah salah satu diantara mereka adalah anak kita
Anak yang terdidik juga dari sosok pecinta sholawat sepertimu
Akupun tahu, bahwa kau tidak ada diantara mereka yang berdiri dipentas sana
Namun, entah ada apa dengan hatiku
Seolah aku melihatmu,
Seolah kau juga ada diantara mereka para vocal
Haha.. pasti aku sedang berkhayal!!!:D:D
Sepulang acara sholawat itu
Aku mencoba menghubungimu
Aku ingin mendengar suaramu
Aku ingin berbicara denganmu
Aku ingin mencurahkan rinduku
Tapi rupanya, tiada jawaban dari sebrang sana
Kau pasti sudah terlelap
Baiklah, jika begitu aku akan diam
Menatap temaramnya langit malam
Berbisik pada angin yang berhembus tenang
Kanku katakan padanya...
Ma’shum Thoyib, Aku rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar