Rabu, 15 November 2023

Aku Salah

 

Aku Salah

-Vihima-

Pukul 03.00 dini hari…

Aku terbangun dengan kejutnya..

Aku melihat kearah jam dinding kamarku

Astaghfirullah..

Bagaimana bisa aku tertidur?

Aku ingat semalam aku mengiyakan permintaan untuk menemani tidurnya

Aku membuka pesan via Whatsapp

“Nggak usah wes, mas tak langsung tidur aja”

Ya Allah.. bagaimana ini?

Betapa bodohnya aku..

Kenapa aku bisa ketiduran..

Kenapa aku bisa lalai begitu..

Bagaimana caraku meminta maaf padanya?

Pasti dia akan kecewa besar

Pasti hatinya sakit

Akankah permintaan maafku diterima olehnya?

Lagi-lagi aku mengecewakannya,

Lagi-lagi aku meruntuhkan percayanya

Aku meminta maaf melalui via chat whatsapp

Namun, bagaimana dengan hatinya

Kuyakin ia takkan serta merta memaafkanku begitu saja

Aku menyesal,

Bangun tidurku, dipenuhi rasa penyesalan

Aku merutuki diri seburuk-buruknya

Aku bersalah, salah besar

Aku pasti menghancurkan hatinya

Akankah ia menerima maafku?

Sampai saat ini, rasanya aku kesulitan menata hati

Pikiranku masih dipenuhi kabut rasa bersalah

Aku bingung untuk meminta maaf padanya

Harus bagaimana aku, Ya Allah…

Aku mengatakan yang sebenarnya,

Namun, entah bagaimana nanti ketika ia membacaya

Maafkan aku…

Aku bahkan tak tahu, bagaimana aku memaafkan diriku sendiri

Rasa bersalahku sungguh besar

Hingga dipembahasan chat…

“Enjeh siap”

Kata-kata darinya yang tak sanggup lagi kubalas

Aku malu…

Aku selalu begini..

Membuatnya kecewa, membuatnya kesal,

Membuatnya tak percaya, membuatnya malas,

Membuatnya marah, dan membuatnya lelah

Maafin nduk ya mas…

Entah kapan hatinya akan sembuh karena kesalahanku

Aku menyesal, sungguh…

Aku bersalah..

Aku belum pernah membuatnya bahagia dan aku selalu mengecewakannya

Aku terlalu sering melakukan kesalahan

Aku takut, dan tak memiliki keberanian lagi untuk membalas chatnya..

Padahal sejatinya aku sangat merindukannya..

Aku malu, karena terlalu sering menyakitinya

Aku belum pernah membuatnya bahagia

Bahkan aku tak tahu, bagaimana caraku memaafkan diriku sendiri

Sudikah ia memaafkanku..

Nduk minta maaf nggeh mas..

Nduk sayang mas...

_Ma'shum Thoyib_

Hujan Menelisik Rindu

 

Hujan Menelisik Rindu


Mendung bergemuruh mengundang rintik

Jatuh membasah bersamaan, meriuhkan..

Hujan…

Aku suka hujan…

Kedatangannya meramaikan sekeliling yang tampak didepan mata

Siang itu, hiruk pikuk siswa-siswi berhamburan

Bersinggah meneduh, dan berkeliaran membasah

 

Aku berdiri diketinggian,

Darussalam yang permai tampak berkabut mengabu

Tampaklah sekian gedung bermandikan hujan

Pematang hijau diselatan sana juga basah

Gunung dan bukit pula tampak samar

 

Wahai hujan yang menyejukkan…

Kupandang jauh gedung di selatan sana…

Tiba-tiba saja aku teringat oleh sebagian memory

Saat aku dan dia duduk bersama,

Saat ia menggenggam tanganku,

Saat kita makan berhadapan,

Saat kita singkat berpelukan,

Dan saat kita bercengkerama dengan berbagai candaan

 

Aku rindu, akan semua itu…

Bahkan diketinggian sekalipun,

Yang kuingat adalah dirimu

Kapan kiranya aku dapat melihat dunia berdua denganmu

 

Aku rindu, rindu sekali…

Kapan kiranya kita bertemu lagi?

Kapan kiranya kita akan bercengkerama lagi?

Apa kabar kau disana?

Tidakkah kau juga merasakan hal yang sama?

Tidakkah kau juga memikirkan yang kupikirkan?

 

Rintik hujan semakin melebat

Tetesan demi tetesan melantunkan suara benturan

Riuh beramai mengkelebat

Aku bergeming dalam diam…

Terngiang suaramu kala mengucap kalimat..

“Apa Sayaaang??”JJ

Manja, lembut, penuh kasih, menyejukkan dada

Kapan kiranya aku dapat mendengarnya lagi?

 

Ditempatku berdiri saat ini,

Seluruh penjuru kusaksikan seksama

Namun hanya satu yang ada dalam lintasan benak jiwa

Kamu, Ma’shum Thoyib…

 

Wahai hujan anugerah langit

Andai kau bisa bicara

Ku ingin menyampaikan salam dan curahan rindu untuknya

Ku yakin kau pasti mendengar relung batinku yang menjerit saat ini

Ku yakin kau tahu gambaran angan dalam pikiranku kini

 

Wahai hujan pembasah bumi…

Kumohon, sampaikanlah padanya

Bahwa Aku merindukannya…

--Ma’shum Thoyib

 

 

 

 

Akhir Delapan Januari

  Tanggal ulang tahunmu Pernah menjadi salah satu tanggal yang istimewa bagiku Aku juga pernah menjadi orang pertama yang mengucapkan ...