Sabtu, 11 Februari 2023

TEPAT

     TEPAT   

       Ternyata kata “TEPAT” memiliki definisi tersendiri yang membutuhkan sudut pandang. Sama sepertimu, kamu yang tepat dihatiku. Kamu yang kurasa tepat untuk masa depanku. Mengapa?

              Pernah kukatakan beberapa kali bahwa kamu punya segala hal yang selama ini pernah kumimpikan. Haruskah kujelaskan lagi?

              Aku membanggakanmu, bangga dengan segala hal yang ada pada dirimu. Aku salut, kamu bisa mempertahankan perasaanmu sampai sejauh ini. Padahal aku sudah melakukan penolakan berkali-kali, namun ternyata kau masih saja bertahan untuk dapat meraih hatiku.

              Sekian banyak kata yang pernah kau ungkapkan padaku, kupelajari secara perlahan. Semua kisah yang kau ceritakan secara tak sadar mengajarkanku tentang banyak hal. Tak sekedar kisah tentang kehidupan, tapi juga perilaku, tata krama, waktu, pola pikir, dan kasih sayang.

              Kamu sempurna tak hanya dimataku tapi juga dihatiku. Semua perlakuanmu membuatku sadar akan apa itu kedewasaan, dan membuatku merasa nyaman akan kehadiran dan keberadaanmu. Aku bahagia dicintai olehmu, kamu yang tepat dari segala sisi dan kamu yang paling tahu bagaimana aku.

              Kamu pasti bertanya-tanya, mengapa baru sekarang aku menerimanya? Mengapa baru sekarang aku membuka hati untukmu? Dulu, aku hanya menilai, bukan merasa. Kukira rasamu sekedar suka bukan cinta. Kukira kau sama dengan yang lainnya. Yang datang dengan ungkapan perasaan tanpa pikir panjang. Sehingga pasca berkata, mereka pergi tanpa asa. Karenanya, aku tak ingin semuanya terlanjur dalam. Lagipula, memang pada dasarnya diriku sulit mencinta, dan tak mudah suka. Belum lagi tentang dia, dia yang ada dihidupku sebelum kamu datang. Hmmm,, andai saja waktu bisa diputar, aku ingin mengenalmu sejak dulu.

              Kamu pernah merasa lelah dan bodoh mencintaiku. Aku masih ingat, di salah satu lirik lagu yang pernah kau nyanyikan kala itu.

“Tau, nekat ku mencintaimu, nanging kowe malah milih ngaboti tresno liyane”

Kata itu pernah menyayat hatiku. Ingin rasanya kujelaskan semuanya padamu, sehingga kamu tahu apa yang aku rasakan dan apa yang ada dalam hatiku.

              Dulu, jauh sebelum kamu pernah menyatakan perasaannmu padaku. Kau bilang bahwa kamu sering menatapku dari kejauhan, aku juga sering melakukan itu. Hanya saja aku diam. Aku suka  diam-diam melihatmu tersenyum dari kejauhan, aku suka tatapanmu yang penuh arti, aku suka cara bicaramu yang kadang menjengkelkan, dan aku suka pikiran kritismu yang kadang juga menyebalkan. Tak dapat dipungkiri, bahwa kamu memiliki kharisma tersendiri yang dapat membuat orang-orang disekitarmu dengan mudahnya tertarik padamu.

              Lagu milik Tiara Andini dan Anrez Putra Adelio yang pernah kau tunjukkan padaku bukan mengisahkan tentang kita. Tapi itu menggambarkan bagaimana perasaanmu untukku. Sehingga dibeberapa liriknya aku merasa benar-benar tersayat karena mungkin kau memang tak tahu apa yang ada dalam benakku. Saat itu, aku hanya berpikir bahwa kamu belum tepat untuk ku beri tahu tentang cerita yang sesungguhnya, cerita dibalik siapa aku dan bagaimana aku yang berusaha tegar di tengah ketakutan dan tekanan. Sehingga dua lagu itu berhasil membuatku pilu dan membuatku menitikkan air mata. Air mata keterpurukan yang tak hanya melukaiku tapi juga menyadarkanku.

              “Ingat ya bun, didunia ini tidak ada yang sempurna. Sesempurna apapun sosok yang kamu inginkan jika dia tidak ditakdirkan untukmu maka dia tidak akan menjadi milikmu. Makanya, jangan sia-siakan siapa yang benar-benar bersedia mencintaimu dan berkorban untukmu”. Kata yang pernah kau ucapkan itu ternyata teruntai juga dari Ibuku. Ibu yang paling tahu tentang bagaimana pikiran dan perasaanku. Tempatku menumpahkan keluh kesah ternyaman tentang perasaan, tentang sakit, tangis dan harap.

              Kalimat itu menyadarkanku dengan banyak artian, dan ternyata kesempurnaan yang ku mimpikan ada pada dirimu seluruhnya. Kamu yang menyayangi dan mencintaiku dengan segenap hatimu, kamu pemilik intelektual tinggi dengan seluruh dimensi ketelitian dan kecerdasanmu, kamu yang membuatku dapat memujamu, mendewakanmu dan membuatku bangga mencintai dan dicintai olehmu.

              Tak cukup rasa terima kasih yang ku kumpulkan untuk membalas seluruhnya, walau perjalanan yang kita lalui masih awal dari segalanya, namun aku sangat bersyukur dirimu hadir dan menjadi penghidup hari-hariku. Dan sekarang, kamu menjadi sosok yang setiap detik ada dalam pikiran, dan menjadi sosok yang selalu kurindukan. Hingga pada akhirnya berdasarkan sekian narasi yang ada aku merasa bahwa kamulah orang yang tepat.

                Ya, dirimu... Ma'shum Thoyib

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhir Delapan Januari

  Tanggal ulang tahunmu Pernah menjadi salah satu tanggal yang istimewa bagiku Aku juga pernah menjadi orang pertama yang mengucapkan ...