Kamis, 02 Februari 2023

Kamu yang Sempurna

 

Kamu yang Sempurna

              Berbicara tentang intelektual itu menarik. Bagiku, relasi yang sempurna itu tak sekedar saling mencintai dengan hati, tapi juga saling melengkapi intellegency, sehingga dapat  menghidupkan hubungan yang komunikatif dan variatif. Bagaimana cara kita bertukar cerita, bagaimana cara kita saling mensupport, dan bagaimana cara kita menghidupkan tawa.

              “Nduk suka semua hal yang ada pada diri mas”. Kata itu benar adanya, aku suka caramu bicara, aku suka caramu tersenyum, caramu tertawa, caramu berfikir, caramu menasehati, caramu memberi solusi, caramu mencintai, dan cara-cara lain yang tak bisa kusebutkan. Semua itu tak hanya membahagiakan tapi juga mendewasakan.

              Bagiku, kamu itu sempurna. Kamu memiliki semua hal yang pernah kuimpikan. Sehingga kata “My Love Of Dream” itu tak sekedar judul dari tulisan yang pernah ada. Tapi memang sejak dulu aku mengimpikan sosok suami yang sepertimu. Aku masih ingat, dulu kau pernah bilang “Wes toh, pantes-pantes aku jadi suamimu”.  Awal mendengar kata itu, sungguh terasa sangat ambigu. Kamu begitu yakin dengan dirimu bahwa kamu adalah orang yang cocok menjadi pasanganku. Kata itu masih kuingat hingga kini dan juga pernah menimbulkan tanya dalam benakku. Apa yang sebenarnya ada pada dirimu? Apa yang kamu pikirkan tentangku? Sehingga kamu terkesan sok tahu tentang siapa dan bagaimana aku. Aku berkali-kali menguji kata itu, kalimat “Aku pantas menjadi suamimu”. Dan ternyata, kau benar—benar membuktikannya. Kamu adalah satu-satunya orang yang paling memahami siapa dan bagaimana aku lebih dari siapapun, lebih dari keluargaku, lebih dari teman-temanku, dan orang-orang disekitarku.

              Sejak dulu, aku membutuhkan sosok laki-laki sepertimu. Sosok yang bisa membimbing, mengajari, menasehati, memberi solusi, dan memotivasi seluruh sendi kehidupan yang ada dalam diriku. Dan tak sekedar mencintaiku dari apa yang kau lihat dengan batas matamu. Kedewasaanmu meluluhkanku, dan aku suka itu. Sehingga aku tak ingin membantah apa yang kamu mau. Karena aku tahu bahwa laranganmu adalah hal yang baik untukku. Menyadari lagi, karakterku yang sangat keras kepala dan menyebalkan ini. Aku yang mudah lalai dan kadang masih kekanak-kanakan, aku yang masih butuh banyak diomongi, Tapi kau tak pernah lelah degan semua itu.

              Aku yakin kamu dapat menjadi panutanku dan menjadi sosok pembimbing yang selalu memahamiku. Karenanya, bersamamu aku lupa apa itu kekangan, aku lupa apa itu posessif, padahal aku membenci dua istilah itu. Tapi aku yakin, denganmu aku bisa menjadi lebih baik, dan bersamamu aku bisa menjadi berarti.

              Mimpi dan rancangan kedepan tentang rumah tangga, anak, karir, pendidikan, usaha kerja, dan berbagai hal yang pernah menjadi imajinasiku mendapat dukungan besar darimu. Semua itu menambah semangatku untuk dapat bersamamu. Walaupun kita sama-sama tak tahu apa yang akan terjadi didepan sana. Aku akan terima apapun yang harus kita hadapi, asalkan aku tetap bersamamu.

              Aku pernah menulis kalimat bahwa “Cinta itu tak hanya hati, tapi juga materi”. Dan ternyata terselip makna yang ambigu. Padahal maksud yang kusiratkan adalah mencintai itu tak sekedar rasa suka sama suka antara laki-laki dan perempuan saja. Tapi, laki-laki harus tahu bagaimana materi untuk mendekati pasangannya, harus tahu bagaimana karakter pasangannya, bahkan sebaliknya. Demikian juga perempuan, perempuan harus memahami bagaimana karakter laki-lakinya, dan keduanya harus saling mempelajari apa yang ada dalam diri pasangannya masing-masing.

              Kemarin aku bilang, Aku pengen ke Sumatera. Itu asli dan benar dari hatiku. Entah mengapa aku juga tak tahu mengapa keinginan itu tumbuh dan menjadi keyakinan. Bahkan aku seolah siap meninggalkan semua hal yang ada di Bali. Kapan hari, Mbak pernah bilang padaku “Nduk, kalau kamu sudah jadi istri, maka semua yang ada dalam dirimu kau serahkan sepenuhnya untuk suamimu. Kalau Evi mau jadi istri yang baik, berarti Evi tidak boleh melanggar aturan-aturan yang dibuat suaminya Evi, membantah apa yang dikatakannya, dan menolak apa yang menjadi keinginannya”. Dan aku akan belajar untuk itu mulai dari sekarang.

              “Kira-kira, anak kita besok inteleknya ikut ke siapa ya?” Pertanyaan yang pernah tersimpan dalam otakku namun tak dapat ku utarakan kepadamu. Dan ternyata, di telpon kemarin kau sendiri yang mengutarakannya. Dan kujawab, “kenapa gak ngikut ke kita berdua aja?” Ha.. entah jadi apa nantinya. Prinsip intelektual yang pernah ku simpan sejak lama.. “aku harus jadi perempuan yang cerdas, supaya kelak aku dapat membantu suamiku dan menjadi ibu yang cerdas untuk anak-anakku, sehingga aku dan suamiku akan mencetak anak-anak yang berkualitas nantinya”. Dan dengan prinsip itu aku telah mempelajari bahwa kamu adalah orang yang tepat untukku. Mengapa? Tak perlu kau tanya, karena aku yang menilainya.

            Disuatu ketika, ada kalimat yang ku kutip dari dawuh yang pernah disampaikan oleh Ning Maya pada pengaosan beliau, “Jika kalian menemukan anak yang pinter, jangan tanya dia sekolah dimana, tapi tanyalah siapa orang tuanya…” aku termotivasi dengan kalimat beliau, karena pondasi pendidikan yang paling utama adalah orang tua. Sehingga kemarin aku memberanikan diri untuk bercerita kepadamu, tentang apa yang pernah terpikirkan dalam otakku.. “Ma’shum itu diajari apa sama orang tuanya? Kenapa dia bisa secerdas itu? Dan bagaimana bisa dia selalu memiliki pemikiran sejauh itu?” begitulah konteksnya, karena orang tua adalah dasar terkuat untuk mendidik anak. Ayo sayang, semangat punya anak😊

            Jujur, dari sekian banyak laki-laki yang pernah ada aku belum pernah mencintai laki-laki seperti apa yang kurasakan kini. Kau pernah bilang “Aku bangga bisa memilikimu”. Sama, begitu pula denganku. Aku pun bangga mencintaimu. Jadi, jangan khawatir tentang kekuranganmu karena aku bangga memilikimu.

            Ingat, aku bangga mencintaimu, dan kau sempurna dimataku…

 _Ma’shum Thoyib_

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhir Delapan Januari

  Tanggal ulang tahunmu Pernah menjadi salah satu tanggal yang istimewa bagiku Aku juga pernah menjadi orang pertama yang mengucapkan ...