Senin, 27 Maret 2023

Resah yang Tak Apa

 

Resah yang Tak Apa

Resah…

Pada akhirnya aku merasakan itu

Ada apa denganku?

Dalam fase ini,

Kali pertama kurasakan gundah yang menggulana

Berkali-kali otakku mencerna

Tentang hal yang kulihat, kurasa dan ku terka-terka

Mengapa aku begitu tersayat menerima keadaan itu?

Mengapa aku terluka melihatnya duduk dengan orang lain?

Mengapa aku terluka melihatnya tertawa untuk orang lain?

Dan saat panggilan sayang itu teruntai untuknya dari orang lain,

Mengapa aku berat mendengarnya?

Aku menerka semuanya dengan otak terlogisku,

Karenanya aku rela,

Dan aku menerimanya

Lisanku berkata “Tak apa…”

Otakku mencerna semua pernyataan dan keadaan yang terjadi diantara kita

Sehingga yang terucap adalah kata yang sama “Tak apa…”

    Kau, sosok yang memang dibutuhkan semesta

    Kau, pemilik segala macam perwira dalam realita

    Kau, jiwa yang dapat meluluhkan banyak hati kala dekat dengan siapa saja

    Ayolah, aku tak apa. Aku baik-baik saja

Oh ya! satu hal lagi, friendly…

Mengapa kau melarangku bersifat friendly ke laki-laki lain

Tanpa kau sadari, friendly yang kau miliki juga tak pernah kau ukur sendiri

Kau mewanti-wanti, menyadari batasan diri sebagai pengingat limitasi

Aku ingin menuntut,

Mengapa harus demikian?

Namun, aku kesulitan, aku tak dapat berkata

Sehingga semuanya masih tetap berada digaris kata “Tak apa…”

Hati dan otakku bertutur dengan perbedaannya

Otakku tersilap dalam kata “Tak apa”, namun hatiku sulit menerima

Aku tak dapat bertindak,

Mengingat bagaimana besarnya peranmu untuk mereka

Aku diam, masih dengan penuh Tanya

Ada apa denganku?

Mungkinkah aku cemburu?

Iyakah? Benarkah?

Beginikah rasanya?

Aku menahan kuat-kuat air mataku didepanmu kala itu

Menyiratkan muka, seolah aku baik-baik saja

Berkali-kali menarik nafas berat dan sesak yang singkat

Hem, sudahlah. Cukupkan saja….

Jika ada hal yang harus terbagi, “Tak apa..”

Cukup kupercaya bahwa itu bukan rasa

Tapi mengapa?

Mengapa baru sekarang?

Sebelumnya kurasa tak ada yang demikian

Tak ada rasa yang demikian

Resah, meresahkan

Sulit, menyulitkan

Dan pada akhirnya, harus ku akui.. 

Aku cemburu :(

Tapi, Tak apa…

Aku akan bertahan:)

Karena kamu lebih penting dari egoku

Keberadaanmu diduniaku lebih penting dari pada rasa resahku yang perlu penalaran itu

Tak apa, bagiku kau tetaplah nirwana

Yang kupercaya dengan segenap jiwa raga

Meski harus ada kata “Tak apa ..”

Yang kutahu, aku cinta…  

 

_-Ma'shum Thoyib-_

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhir Delapan Januari

  Tanggal ulang tahunmu Pernah menjadi salah satu tanggal yang istimewa bagiku Aku juga pernah menjadi orang pertama yang mengucapkan ...