Resah yang Tak Apa
Resah…
Pada akhirnya aku merasakan itu
Ada apa denganku?
Dalam fase ini,
Kali pertama kurasakan gundah yang menggulana
Berkali-kali otakku mencerna
Tentang hal yang kulihat, kurasa dan ku terka-terka
Mengapa aku begitu tersayat menerima keadaan itu?
Mengapa aku terluka melihatnya duduk dengan orang lain?
Mengapa aku terluka melihatnya tertawa untuk orang lain?
Dan saat panggilan sayang itu teruntai untuknya dari orang lain,
Mengapa aku berat mendengarnya?
Aku menerka semuanya dengan otak terlogisku,
Karenanya aku rela,
Dan aku menerimanya
Lisanku berkata “Tak apa…”
Otakku mencerna semua pernyataan dan keadaan yang terjadi diantara kita
Sehingga yang terucap adalah kata yang sama “Tak apa…”
Kau, sosok yang memang dibutuhkan semesta
Kau, pemilik segala macam perwira dalam realita
Kau, jiwa yang dapat meluluhkan banyak hati kala dekat dengan siapa saja
Ayolah, aku tak apa. Aku baik-baik saja
Oh ya! satu hal lagi, friendly…
Mengapa kau melarangku bersifat friendly ke laki-laki lain
Tanpa kau sadari, friendly yang kau miliki juga tak pernah kau ukur sendiri
Kau mewanti-wanti, menyadari batasan diri sebagai pengingat limitasi
Aku ingin menuntut,
Mengapa harus demikian?
Namun, aku kesulitan, aku tak dapat berkata
Sehingga semuanya masih tetap berada digaris kata “Tak apa…”
Hati dan otakku bertutur dengan perbedaannya
Otakku tersilap dalam kata “Tak apa”, namun hatiku sulit menerima
Aku tak dapat bertindak,
Mengingat bagaimana besarnya peranmu untuk mereka
Aku diam, masih dengan penuh Tanya
Ada apa denganku?
Mungkinkah aku cemburu?
Iyakah? Benarkah?
Beginikah rasanya?
Aku menahan kuat-kuat air mataku didepanmu kala itu
Menyiratkan muka, seolah aku baik-baik saja
Berkali-kali menarik nafas berat dan sesak yang singkat
Hem, sudahlah. Cukupkan saja….
Jika ada hal yang harus terbagi, “Tak apa..”
Cukup kupercaya bahwa itu bukan rasa
Tapi mengapa?
Mengapa baru sekarang?
Sebelumnya kurasa tak ada yang demikian
Tak ada rasa yang demikian
Resah, meresahkan
Sulit, menyulitkan
Dan pada akhirnya, harus ku akui..
Aku cemburu :(
Tapi, Tak apa…
Aku akan bertahan:)
Karena kamu lebih penting dari egoku
Keberadaanmu diduniaku lebih penting dari pada rasa resahku yang perlu penalaran itu
Tak apa, bagiku kau tetaplah nirwana
Yang kupercaya dengan segenap jiwa raga
Meski harus ada kata “Tak apa ..”
Yang kutahu, aku cinta…
_-Ma'shum Thoyib-_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar